Pemkab Magelang Uji Coba Aspal Buton

Pemkab Magelang Uji Coba Aspal Buton

Pemkab Magelang menguji coba penggunaan aspal buton untuk pemeliharaan jalan Dusun Sucen Kidul, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Selasa (28/8). Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magelang, Heriyanto, kemarin mengatakan, uji coba dilakukan di jalur evakuasi Gunung Merapi.

Hal itu dimaksudkan agar jalur itu kondisinya menjadi baik dan mudah dilalui. Diakuinya uji coba itu hanya beberapa puluh meter tetapi selebihnya akan dilanjutkan pihak pemerintah desa setempat menggunakan dana bantuan desa.

Sebelum uji coba pengaspalan jalan tersebut terlebih dahulu dilakukan pemaparan oleh Dirut PT Java Buton Nusantara, Heru Irianta Dirjaya yang diikuti 40 kepala desa (kades) di wilayah Kabupaten Magelang.

Direncanakan aspal asal buton Sulawesi Tenggara, itu akan digunakan untuk perawatan jalan di desa-desa daerah setempat. ”Tak lama lagi akan ada bantuan pemerintah untuk desa masing-masing sekitar Rp 200 juta.

Menurut rencana akan dibantu PT Java Buton Nusantara ini bisa mendapat berapa ton aspal,” katanya. Warga RT 1, RW 1, Dusun Sucen Kidul, Riatini (39), merasa seneng atas diperbaikinya jalan di depan rumah dia.

Menurut dia sebelumnya banyak berlubang, kini sudah mulus. ”Sebelumnya jalannya banyak berlubang dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Setelah ini semoga jalan jadi lancar,” kata wanita pedagang lothek itu, kemarin.

Tambal Jalan 

Dirut PT Java Buton Nusantara Heru Irianta Dirjaya mengatakan, uji coba pengaspalan jalan di Dusun Sucen Kidul sepanjang 70 meter, dengan lebar 3,40 meter, dan ketebalan tiga sentimeter (cm) itu sifatnya cuma-cuma. Beberapa hari sebelumnya juga melakukan ujicoba pengaspalan halaman kantor Gubernur Jateng.

Pria asal Kalibawang, Kulonprogo (DIY) itu mengakui Aspal Buton tersebut baru pertama kali diperkenalkan di wilayah Jateng. Dia menjual aspal tersebut dalam kemasan karung berisi 25 kilogram (kg). Setiap ton berisi 40 karung dihargai Rp 1,5 juta.

Dijelaskan, Aspal Buton jenis cold paving asphalt concrete (CPAC) itu mudah untuk menambal jalan berlubang maupun mengaspal jalan. Karena berupa aspal dingin, maka dalam suasana hujan lebat pun tetap bisa dikerjakan.

Sementara ini dia mengolah aspal tersebut di Pasuruan, Jatim, dan dalam waktu dekat akan membuat tempat produksi di Solo, Kabupaten Pekalongan, dan Banyumas, serta akan menyediakan gudang di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Petugas bagian produksi, Panca, menambahkan, sejauh ini bahan bakunya diambil dari Buton dan dalam pengolahannya dicampur agregat (batuan kecil) serta pengaktif. Perusahaan tersebut menjamin titik leleh aspalnya pada 56 derajat selsius, dan daya tahan jalannya bisa mencapai tiga tahun.

Hubungi Kami via Handphone Hubungi Kami via Telepon